Untitled

C : How?
A : Kamu nanya apanya ya? isinya? gaya bahasa? atau apa? (eyeroll)
C : Semuanya dong.
A : Kalau masalah itu sih. Menurutku ya, mungkin si 'itu' kurang mengadakan pertemuan gitu lah. Kurang adanya komunikasi. Padahal komunikasi kan penting.
C : Betul. Betul.
A : Nah, kalau si 'ini' bagimu ibarat gelang karet, bagiku dia ibarat gelas berisi.
C : Kok bisa gelas?
A : Hmm, kembali ke agama sih. Kalau dia benar-benar islam, maka dia benar-benar gelas berisi.
C : Ha?
A : Gelas berisi udah nggak bisa diisi air lagi. Udah jelas-jelas, api neraka itu lebih panas tujuh puluh kali dari api di bumi.
C : Lalu?
A : Bukan bermaksud ceramah atau berdakwah, tapi kalau aku pribadi sih pengennya nyelamatin mereka para perempuan dari mata jelalatan pria-pria.
C : Oh.
A : Sehingga,  hal yang kita ributkan tadi itu bukan salah satu kegiatan yang harus didekati. Kalau pandanganmu gimana?
C : Yah, kalau aku sih, jelas 100% bertolak belakang sama kamu.
A : I know.
C : Soalny aku berpikiran, ada banyak cara untuk menegakkan TELADAN, apapun caranya bentuknya kayak gimana, yang penting TELADAN itu dikenal orang sebagai sekolah yg baik, santun, tapi tetep nggak cupu. Kalau aku lihat tuh, si 'itu' cenderung menyalahkan si 'ini' dan si 'ini juga menyalahkan si 'itu' gitu lho.
A : Kalau orang lagi berkecamuk kan memang saling menyalahkan gitu, lalu kenapa kamu ngak berada di tengah-tengah?
C : Suara 1 orang kan bakal tenggelam dalam suara 100 orang.

2 komentar:

1

mengatakan...

tapi biasane suara 1 orang itulah yang benar van. hhe

1

mengatakan...

hhaha. semoga saja begitu, Cuk :)

Posting Komentar