Rubber Bracelet is better than Gold Ring

Akhirnya pulang juga :) kyaaaaaaaaaaaa.

Begitu buka blog, ak baca sebuah post dari seorang teman yang nggalau. Teman tersebut enyebutkan tentang "suara-suara kecil" di sekolahku, bumi TELADAN, tercinta. Berawal dari sebuah konflik yang seharusnya bisa dihindari dari awal jika ada kesepahaman. Beberapa siswi kulihat berjalan, berteriak, memaki-maki, kesal, dan terlihat pusing karena dilarang, ya, mereka DILARANG menampilkan cheers yg melibatkan siswi (biasanya sekolahku cheers-nya putra).CMIIW.

siapa sih yang melarang? siapa? kok berani e? apa wewenangnya? Eit, tunggu dulu. Yang melarang ini bukanlah pihak sembarang. Pihak ini absolut. Pihak ini merasa kami harus mutlak mempertahankan keteladan dgn cara tidak menampilkan cewek-cewek sebagai cheers.

Mengutip dari blog temanku, ada seorang teman yang bilang kayak gini :

"Ternyata demokrasi disini itu gak ada ya, demokrasi hanya tabu yang didengar cuma orang- orang yang diatas sedangkan kita yang dibawah pendapat hanya dianggap SAMPAH #makjlep. Kalau petinggi di Indonesia kayak kalian Indonesia gak bakal maju!"

Nah lo, miris bacanya. makjleb

Sebut saja pihak-yang-melarang sebagai A dan yang-dilarang sebagai B.

Menurutku, orang-orang A ini, yang notabene memiliki pengaruh besar, kurang mendengar B. Mereka juga kurang terbuka. Istilahnya, pikiran mereka seperti CINCIN EMAS yang nggak bisa dimelarin lagi. Jadi, apapun yang B katakan, argumen-argumennya, bisa mereka patahkan, bias mereka bantah karena mereka memang berpengaruh dan disegani. Ya, mereka memang EMAS. Menurutku mereka hanya lupa bahwa BUMI ini sudah tidak sama seperti zaman kakak-kakak kita dulu. Ini zaman baru, zaman kita! be REALISTIC, brothers and Sisters! :)

Orang-orang B, orang-orang yang terbuka, kreatif, imajinatif, namun sayang, mereka tidak mempunyai kesempatan untuk mewujudkan kekreativitasan mereka. Mereka seperti KARET GELANG, yang bisa melar, tapi akan putus jika terlalu jauh melarnya atau karena DIPOTONG. sebagai contoh adalah kasus ini, cheers cewek. Menurutku itu hanyalah kekreativitasan mereka, toh, itu juga wajar untuk SMA NEGERI. Beri B kesempatan untuk mewujudkan kekreativitasannya namun tetap batasi, jangan sampai KARET GELANG itu putus akibat melar terlalu jauh.

Sebagai coda dari tulisan ini, kenapa sih kita nggak berusaha aja jadi KARET GELANG EMAS? Sudah selayaknya kita harus meningkatakan TOLERANSI antara A dan B, berusaha saling memahami dan mengerti apa yang dimaui A dan B dan tidak mengekang serta menjelek-jelekkan satu sama lain :)

Ingat, PERBEDAAN ADA UNTUK KITA RAYAKAN :)

0 komentar:

Posting Komentar