Prontera. . .

There you are, standing across the window.
Staring at the bright sky, on a lovely day.
Wondering of going back to the past.
but you know, it's all too late.

Just like a bird, far away you fly.
And the world starts to dissapear and die.
Maybe I will never see you again.
Until we meet in a new day.

I remember, how the sun freezes.
I remember, how the snow shines.
would you please.
promise me not to whine.

Perjalanan Malam, What i saw

19.11

Keluar dari parkiran (labirin) Sardjito menyusuri JaKal. Hell. Mataku ini udah blereng liat benderangnya lampu-lampu jalanan. Silau. Sakit. Begitu lihat jam tangan yang menunjukkan jam 19.16 motor langsung kupercepat. Wah, pokoknya target sampai rumah jam setengah delapan harus terpenuhi! 

Kesalahanku, milih lewat mirota kampus ke timur, walhasil, macet di perempatan. Oh yeah! malam-malam, mata sakit kesorot lampu, capek, kejebak macet pula! it's really annoying, tapi di balik kepenatan menunggu macet itu, aku melihat sesuatu yg luar biasa. 

inilah yang kulihat.

di pinggir jalan ada sepasang kekasih, bukan sepasang kekasih biasa, umur mereka mungkin sama kayak eyangku, skitar 70-73 tahunan. Mereka bermesraan, bukan bermesraan ala pemuda-pemudi 2011, bermesraan ala mereka. Si Kakek menyuapi si Nenek, miris, si Nenek tidak disuapi dengan makanan yang 'wah'. sepengetahuanku, sepenglihatanku, itu hanya nasi, ya, HANYA NASI, nasi tanpa lauk. Kemudian, tampaknya si Nenek tidak kuat menahan serbuan dinginnya malam, beliau menggigil, wajar, bajunya compang-camping. Melihat hal itu, si Kakek dengan sigap dan gentle melepaskan jaket bututnya dan menyampirkan ke pundak si Nenek. 

what a view. Cinta mereka tetap kuat  walau kondisi kehidupan mereka kurang baik. Subhanallah.

Untitled

C : How?
A : Kamu nanya apanya ya? isinya? gaya bahasa? atau apa? (eyeroll)
C : Semuanya dong.
A : Kalau masalah itu sih. Menurutku ya, mungkin si 'itu' kurang mengadakan pertemuan gitu lah. Kurang adanya komunikasi. Padahal komunikasi kan penting.
C : Betul. Betul.
A : Nah, kalau si 'ini' bagimu ibarat gelang karet, bagiku dia ibarat gelas berisi.
C : Kok bisa gelas?
A : Hmm, kembali ke agama sih. Kalau dia benar-benar islam, maka dia benar-benar gelas berisi.
C : Ha?
A : Gelas berisi udah nggak bisa diisi air lagi. Udah jelas-jelas, api neraka itu lebih panas tujuh puluh kali dari api di bumi.
C : Lalu?
A : Bukan bermaksud ceramah atau berdakwah, tapi kalau aku pribadi sih pengennya nyelamatin mereka para perempuan dari mata jelalatan pria-pria.
C : Oh.
A : Sehingga,  hal yang kita ributkan tadi itu bukan salah satu kegiatan yang harus didekati. Kalau pandanganmu gimana?
C : Yah, kalau aku sih, jelas 100% bertolak belakang sama kamu.
A : I know.
C : Soalny aku berpikiran, ada banyak cara untuk menegakkan TELADAN, apapun caranya bentuknya kayak gimana, yang penting TELADAN itu dikenal orang sebagai sekolah yg baik, santun, tapi tetep nggak cupu. Kalau aku lihat tuh, si 'itu' cenderung menyalahkan si 'ini' dan si 'ini juga menyalahkan si 'itu' gitu lho.
A : Kalau orang lagi berkecamuk kan memang saling menyalahkan gitu, lalu kenapa kamu ngak berada di tengah-tengah?
C : Suara 1 orang kan bakal tenggelam dalam suara 100 orang.

Rubber Bracelet is better than Gold Ring

Akhirnya pulang juga :) kyaaaaaaaaaaaa.

Begitu buka blog, ak baca sebuah post dari seorang teman yang nggalau. Teman tersebut enyebutkan tentang "suara-suara kecil" di sekolahku, bumi TELADAN, tercinta. Berawal dari sebuah konflik yang seharusnya bisa dihindari dari awal jika ada kesepahaman. Beberapa siswi kulihat berjalan, berteriak, memaki-maki, kesal, dan terlihat pusing karena dilarang, ya, mereka DILARANG menampilkan cheers yg melibatkan siswi (biasanya sekolahku cheers-nya putra).CMIIW.

siapa sih yang melarang? siapa? kok berani e? apa wewenangnya? Eit, tunggu dulu. Yang melarang ini bukanlah pihak sembarang. Pihak ini absolut. Pihak ini merasa kami harus mutlak mempertahankan keteladan dgn cara tidak menampilkan cewek-cewek sebagai cheers.

Mengutip dari blog temanku, ada seorang teman yang bilang kayak gini :

"Ternyata demokrasi disini itu gak ada ya, demokrasi hanya tabu yang didengar cuma orang- orang yang diatas sedangkan kita yang dibawah pendapat hanya dianggap SAMPAH #makjlep. Kalau petinggi di Indonesia kayak kalian Indonesia gak bakal maju!"

Nah lo, miris bacanya. makjleb

Sebut saja pihak-yang-melarang sebagai A dan yang-dilarang sebagai B.

Menurutku, orang-orang A ini, yang notabene memiliki pengaruh besar, kurang mendengar B. Mereka juga kurang terbuka. Istilahnya, pikiran mereka seperti CINCIN EMAS yang nggak bisa dimelarin lagi. Jadi, apapun yang B katakan, argumen-argumennya, bisa mereka patahkan, bias mereka bantah karena mereka memang berpengaruh dan disegani. Ya, mereka memang EMAS. Menurutku mereka hanya lupa bahwa BUMI ini sudah tidak sama seperti zaman kakak-kakak kita dulu. Ini zaman baru, zaman kita! be REALISTIC, brothers and Sisters! :)

Orang-orang B, orang-orang yang terbuka, kreatif, imajinatif, namun sayang, mereka tidak mempunyai kesempatan untuk mewujudkan kekreativitasan mereka. Mereka seperti KARET GELANG, yang bisa melar, tapi akan putus jika terlalu jauh melarnya atau karena DIPOTONG. sebagai contoh adalah kasus ini, cheers cewek. Menurutku itu hanyalah kekreativitasan mereka, toh, itu juga wajar untuk SMA NEGERI. Beri B kesempatan untuk mewujudkan kekreativitasannya namun tetap batasi, jangan sampai KARET GELANG itu putus akibat melar terlalu jauh.

Sebagai coda dari tulisan ini, kenapa sih kita nggak berusaha aja jadi KARET GELANG EMAS? Sudah selayaknya kita harus meningkatakan TOLERANSI antara A dan B, berusaha saling memahami dan mengerti apa yang dimaui A dan B dan tidak mengekang serta menjelek-jelekkan satu sama lain :)

Ingat, PERBEDAAN ADA UNTUK KITA RAYAKAN :)

THERE IS NO SUCH THING AS 'LUCK' !!

Alhamdullilah, hari ini memang gatel vs IPA4. Walaupun menangnya pinalti sudden death, rasa senengnya tetep sama. Alhamdulillah, Ya Allah. .

Seperti biasa, sepulang gatel langsung utak-atik komputer, buka-buka FB dan nulis tentang gatel tadi di group. beberapa teman ngomen dan ngasih pendapat, berbagi tentang tadi, dan bersyukur untuk ap yang telah kami dapat hari ini.

Suddenly, ad temen yangg ngomen 'BEJO KUI'. Dheg, entah kenapa perasaanku langsung nggak enak, panas, terbakar emosi. Kenapa bisa begitu? Ya, aku memang tidak pernah pernah percaya dengan KEBERUNTUNGAN. Sekali lagi, aku tidak percaya pada KEBERUNTUNGAN.

Seseorang dulu pernah memberiku sebuah kata-kata yang jika dinalar memang benar-benar benar.

Dia berkata, "Keberuntungan adalah menggunakan KEMAMPUAN dalam KESEMPATAN." nah lo, dulu ak nganggep kata-kata itu cuma angin lalu, tapi seiring berjalannya waktu kata-kata itu membuktikan nilai kebenarannya.

Mari kita lihat beberapa orang sukses di dunia nyata. Mereka yang telah sukses mengembangkan karir mereka dan memenuhi cita-cita mereka. Apa dari mereka ada yang berhasil SUKSES KARENA BERUNTUNG??? ooo, tentu tidak. Mereka bisa sukses karena MEREKA MEMILIKI KEMAMPUAN DAN MEREKA GUNAKAN SAAT MEREKA MELIHAT ADA KESEMPATAN. Sebagai contoh saja. seorang bintang sepakbola. Dia sukses karena mencetak banyak gol dalam suatu pertandingan. Lalu, apakah itu karena dia beruntung? tentu saja tidak! Dia seorang yang memiliki kemampuan hebat dan MENDAPAT KESEMPATAN untuk bermain dalam laga sepakbola.

Kalau dihubungkan sama agama gimana dong? Oke oke, aku memang tidak terlalu jauh berkecimpung dalam da'wah. Setauku, Agama kita tidak pernah mengajarkan dan bahkan menganjurkan kita untuk hanya terus berdoa MENGHARAP KEBERUNTUNGAN. Kita diwajibkan untuk bekerja, bekerja, berusaha ekstra keras hingga batas maksimal kita untuk mendapat sesuatu (tentu saja dibarengi dengan doa dan tawakal. CMIIW). Nah, Agama saja tidak mengajarkan kita untuk BERUNTUNG, tapi untuk BERUSAHA MAKSIMAL.

Setelah kerja keras, gimana kalau gagal? tenang tenang, kita hanya belum menggunakan KEMAMPUAN dan KERJA KERAS kita dalam kesempatan yang tepat. Cukup tenangkan pikiranmu kemudian buka matamu lebar-lebar dan ingat satu hal! KESEMPATAN TIDAK HANYA DATANG SENDIRI, kita juga bisa MEMBUAT KESEMPATAN itu. Be Creative, and the Future is Yours :) dan jangan lupakan Tuhan kita. tetap berdoa dan berbaik sangka pada Tuhan kita yang selalu memberi kita yang terbaik menurutnya. Remember, "God works in the way we don't know"


So Long. CMIIW, Guys :D

Hal yang paling kita benci

Assalamualaikum. . .

Kalau ditanya "hal apa sih yang paling kia benci?" pasti beberapa dari kita ada yang bilang "liat setan", "makan bayem", atai "liat setan makan bayem."

tapi entah kita sadari atau tidak, hal yang paling kita benci adalah MENUNGGU. ya, M-E-N-U-N-G-G-U (dieja, biar anak TK juga tau). butuh sesuatu yang super untuk tahan menunggu. sesuatu itu adalah KESABARAN. K-E-S-A-B-A-R-A-N (sekali lagi dieja biar anak TK juga tau) hahahaha. hanya orang yang memiliki kesabaran yang luar biasa yang mampu menunggu dengan sabar dan tenang (nah lo, bingung gak? kalau bingung, silakan periksa ke psikiater, mungkin otak anda sedikit geser).

ngomong-ngomong tentang menunggu, saat ini saku sedang menunggu SANG HUJAN untuk segera berhenti -.- damn


1st post

Bismillah . . .

ini post pertama saya. semoga ke depannya blog ini dapat menjadi motivasi bagi teman-teman semua :)